Connect with us

Brita Kita

Diduga Tak Punya Izin, PT PLM Bebas Eksploitasi Emas Bombana

Foto : Istimewa

Bombana

Diduga Tak Punya Izin, PT PLM Bebas Eksploitasi Emas Bombana

image_pdfimage_print

Bombana, Britakita.id

Aktifitas PT Panca Logam Makmur (PLM) kembali dipersoalkan, pasalnya perusahaan yang bergerak pada pertambangan emas itu hingga kini belum mengantongi izin. Bahkan aktifitas perusahaan yang beroprasi di Desa Wumbubangka Kecamatan Rarowatu Utara secara ilegal itu seakan dibiarkan oleh Aparat penegak hukum dan Pemerintah setempat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Forum Mahasiswa Bombana Bersatu (FMBB), Jamal Basri yang meyangkan kekayaan alam Bombana dikelola secara illegal. Dimana akibat aktifitas PT PLM yang illegal tersebut diduga merusak lingkungan sekitar.

” Aktifitas mereka masih berlansung sampai sekarang, dan belum mengantongi izin. Dan bisa dipastikan aktifitas mereka merusak lingkungan,”katanya.

Aktifitas PT PLM yang illegal dan merusak lingkungan itu sayangnya dinilai biasa oleh aparat penegak hukum di Kabupaten Bombana. Pasalnya dari tahun 2019 hingga saat ini PT PLM masih beroprasi mencuri kekayaan alam Bombana, dengan cara yang sangat kasar tanpa memikirkan dampak lingkungannya.

“Aparat hukum tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, masa jelas-jelas ada aktifitas yang melawan hukum dibiarkan begitu saja. Atau mungkin aparat hukum di Bombana menganggap itu bukan sebuah pelanggaran jadi dibiarkan begitu saja tindakan melawan hukum didepan mata,” tegasnya.

Humas PT Panca Logam, Aswandi saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya dan melalui via SMS tidak memberikan tanggapan atau tidak menjawab konfirmasi tentang aktifitas PT PLM yang diduga tidak memiliki izin dan melanggar hukum.

Untuk diketahui PT PLM mulai beroprasi pada akhir tahun 2019 lalu, dimana PT PLM melakukan aktifitas pada saat itu menggunakan izin aktifitas pertambangan yang sudah tidak berlaku atau kadaluarsa. Dan juga apa yang menjadi kewajiban PT PLM kepada Pemerintah daerah yang harus dilakukan sebelum beraktifitas hingga saat ini belum dilakukan sama sekali.

Laporan: Fendi

Editor: Ruddi

More in Bombana

To Top