Connect with us

Anak Bupati dan Anak Mantan Bupati Rebutan Kursi Wawali Kota Kendari

Ilustrasi (Foto: britakita.id)

Politik

Anak Bupati dan Anak Mantan Bupati Rebutan Kursi Wawali Kota Kendari

Kendari, Britakita.id

Perebutan kursi pendamping Calon Wakil Wali (Wawali) Kota Kendari kini telah memasuki babak baru. Dimana hasil rapat tertutup seluruh partai koalisi Adriatma Dwi Putra (ADP) dan Sulkarnain yang dilaksanakan Jumat (27/12/19) lalu, menetapkan dua calon yaitu Adi Jaya Putra (AJP) dan Siska Karina Adriatma.

Dalam rapat tersebut dihadiri seluruh partai koalisi yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mulanya dalam rapat tersebut disepakati bersama, bahwa hanya dua calon yang diusulkan untuk menjadi calon Wawali, yakni Rahman Tawulo dari PKB dan Siska Karina Adriatma dari PAN.

Namun, seiring berjalannya waktu PKS ngotot mengusulkan calon Wawali yaitu AJP, yang membuat Rahman Tawulo memilih untuk mengundurkan diri secara legowo. Dimana seharusnya yang memiliki hak pengusulan calon orang nomor dua di Kota Kendari adalah PKS dan PAN.

“Semuanya ngotot, dan tidak ada yang mengalah. Dan dari pada ini pemilihan Wawali tidak dilakukan saya mengundurkan diri saya,”ujar Rahman Tawulo.

Sementara itu, Ketua Tim Koalisi Sukarman menjelaskan, awalnya partai koalisi masing-masing mengusulkan satu orang, PKB mengusulkan Rahman Tawulo, PAN Siska Karina Adriatma, dan PKS Adi Jaya Putra (AJP). Namun dengan kebesaran jiwa Rahman Tawulo memilih mengundurkan diri.

” Kalau tidak ada yang mau mengalah ini akan berlarut-larut. Karena sesuai dengan aturan untuk pengusulan calon Wawali harus dua kandidat saja,” ujarnya.

Dengan demikian dalam rapat tersebut diputuskan anak mantan Bupati Konsel, Siska Karina Adriatma dan anak Bupati Konsel saat ini, AJP yang akan disodorkan di meja Wali Kota, kemudian akan diteruskan di DPRD untuk dilakukan pemilihan.

“Secapatnya kita ajukan, tahun ini juga. Kita rampungkan semua berkasnya dan akan diajukkan tanggal 30 dan paling lama 31 Desember. Kita tidak akan biarkan menyeberang tahun, kita tidak akan biarkan ayam jantan berkokok 2020 surat ini sudah selesai,” paparnya.

Laporan: Adam
Editor: Ruddi


More in Politik




To Top
error: Content is protected !!