Connect with us

Brita Kita

Alimasa Minta Kapolres Kendari Dipecat

Jenderal Lapangan Alimasa, La Munduru (Kanan)

Metro

Alimasa Minta Kapolres Kendari Dipecat

image_pdfimage_print

Kendari, Britakita.id

Pernyataan Kabid Humas Polda Sultra AKBP Goldenhardt Kapolri Tito Karnavian bahwa aparat kepolisian saat pengamanan aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa dalam rangka menolak RUU KPK, RUU KUHP, dan UU Pertahanan tidak dibekali dengan peluru, karen, tajam maupun peluru hampa.

Atas pernyataan tersebut Aliansi Mahasiswa Senior dan Alumni (Alimasa), geram dan marah melihat ataupun mendengar akan hal itu, sementara faktanya satu mahasiswa UHO Fakuktas Perikanan dan Kelautan Randy tewas terkena peluru tajam saat aksi unjuk rasa di gedung DPRD Provinsi Sultra.

Tak hanya itu, Alimasa melakukan konsolidasi dan aksi melumpuhkan pertigaan Kampus UHO menggelar swiping terhadap kepolisian. “Hal tersebut digelar, karena merupakan salah satu bentuk kemarahan mahasiswa dalam hal ini Alimasa terhadap Kepolisian, karena telah menghilangkan nyawa mahasiswa yang menggelar aksi penolakan RUU tersebut,” jelas

Aksi yang dilakukan Alimasa dimulai dari pukul 09.00 WITA sampai pukul 03.30 WITA. Semua mahasiswa yang tergabung dalam Alimasa mengencam tindakan kepolisian atas statemennya.

Bukan hanya itu Alimasa juga menilai, bahwa aparat kepolisian juga memberikan informasi provokasi kepada publik dan masyarakat tentang terjadinya korban Mahasiswa yang tertembak dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), pada tanggal 26 September berjarak 500 M dan 1 KM.

Beranjak dari itu Alimasa menyatakan sikap, pertama meminta kepada pihak DPRD Sultra untuk memberikan rekomendasi penolakan RUU KPK, RUU KUHP, dan UU Pertahanan. Kedua mendesak Kapolri Toto Karnavian untuk mengundurkan diri dari jabatannya, karena tidak mampu menjalankan tugasnya.

Ketiga, meminta Kapolda Sultra untuk dipecat bukan dicopot ditarik kembali hingga diberikan jabatan baru di Mabes Polri bahkan dianaikan jabatannya, sementara tidak pernah menyelesaikan kasus besar di Sultra.

Keempat, meminta Kapolres Kendari untuk dipecat, karena tidak mampu menjalankan tugas dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan kejadian tanggal 26 Semptember 2019 pihak kepolisian melakukan pengawalan aksi damai, akan tetapi menggunakan peluru tajam hingga menewaskan masa pengunjuk rasa dua orang.

Kelima, Alimasa meminta kepada pihak UHO untuk memberikan gelar sarjana kepada dua orang pejuang demokrasi yang telah gugur di medan perjuangan serta memberikan santunan kepada adik-adik korban yang akan melanjutkan pendidikan di UHO sampai Sarjana.

Dan yang terakhir Alimasa meminta kepada perintah pusat agar memberi gelar kepada saudara Randi dan Yusuf sebagai pahlawan demokrasi sedarah 26 september 2019.

Laporan: Adam
Editor: Ruddi

Continue Reading

More in Metro

To Top